Thursday, 7 July 2011

Memori dan Pesanan Buat Hafiy, Hazim dan Yan...


Alhamdulillah.. I feel blessed that in this life, Allah has granted me with a loving family. I’m the eldest with four siblings. The rest are brothers and 1 sister.  My youngest sister has just got her SPM result and now pursuing her study at Uitm Penang. Since my 2nd brother is now doing his practical in KL and 3rd brother is studying his 1st year degree in IPBA, there is no one at home to watch over my emak when my abah is away for work or doing his duty as a super passionate teacher. We all in the family are well known about abah conditions as a very active teacher which is not like the most of normal teacher we always see in school. Abah has his own tennis class and taking part time job coaching tennis at Uitm Shah Alam. Abah once told me that he has no regrets to become a teacher. He found his way to build up his interest in sports and music throughout his career as a teacher. He strongly encourages his children to follow his step. As a result, 3 of his sons are now in the teaching stream line.
Back to emak. I called her few days ago. She said she feel bored. There’s no one at home. She called me few times but nobody picked up the phone. I was not at home. Since I don’t have my hp now, the only ways she could get connected with me are through ym and my home number. I was quite surprise when my mom endured to learn how to use ym just to chat with me.  Well done emak!  And now, every morning when I wake up from sleep, there always be an offline message from emak. Haha.. Next time I will make she learn how to use skype. Huhu. I still remember those moments during my childhood where my emak was a very strict mother! You should never say no when she asked you to do something. If you beg for mercy, it is wiser to beg the mercy from Allah and not from my mom! Haha..You won’t get a single chance!  Anyway this is only applies to his own children. I would describe my childhood period as a time of full of thrill and adventure. We don’t need alarm clock to wake us up every morning. Just listen to her voice yelling from kitchen, you will feel that earthquake is striking your bed with 6.6 Richter scale. 

 
However, despite her fierce attitude towards his children, I could see that she loves her children more than she loves my abah. Haha.. Oopss… Don’t get me wrong. That’s because abah always ‘mengejek’ emak and make fool of her. There was a time when hafiy called my mom and needs pocket money to go to Pahang by the next day. Hafiy was in SM Sains Selangor which is 40 minutes away from home. Emak cepat2 siap tapi abah cakap tunggu bola abis dulu! Then my emak started to cry. She said she is the only one who always cares about her children. Well, it doesn’t make any sense though… Hafiy will be going on the next day. So there was no need to be hurry. While emak keeps crying, abah suddenly mocked the way my mom cries. Wuwuwuwu abah said… Me, hazim and yan who were surprised by abah actions could not help from laughing. My mom started to get angry. Eventually right after the soccer match finished, abah and emak went to send the money.
 
There are many other examples where I could see how concern my mom towards her children. It just that she knew she cannot give face to her stubborn children if she wants to see her children succeed. And now, all of her children have grown up. Things are no longer the same as during our childhood period. I see my mom now as someone who will do everything possible to give happiness to her children. When I said I want to get married, she didn’t take any 2nd thought to discourage me. Also when Yan really wants to continue her study at Uitm instead of pursuing her STPM, my mom tried her best to get help from her friends to get Yan admitted to the University. 


To my beloved brothers and sister (Hafiy, Hazim, Yan), should you read this message, I want you to remember all the efforts and money spent by emak and abah just to get their children as where we are now. Never ever forget all those moments of hardship and difficulties we have gone through during our childhood period. One day, emak and abah will be called by Allah and at that time, only our prayers that could contribute into their accounts in hereafter. It is our duty as their children to be a good son and daughter, so that they will not have to take the blame from Allah for our misbehavior in this life. Jaga solat 5 waktu. Sentiasa doakan mereka setiap kali lepas solat. You guys are bestowed with intelligent. Alhamdulillah.. But merely intelligent without ‘deen’ is completely nothing! 
We pray that Allah will place emak and abah among the believers and ahlul jannah… Amin.      




Masa Adalah Sebahagian Dari Rawatan


Siapa antara kita yang pernah kehilangan nyawa ahli keluarga yang tersayang? Siapa antara kita yang pernah jatuh sehingga terluka pada mana-mana anggota badan? Siapa antara kita yang pernah jatuh cinta dan kemudian frust ketika putus cinta? Siapa antara kita yang pernah melamar seseorang tetapi akhirnya impian tidak menjadi kenyataan? Siapa antara kita yang pernah menduduki ujian tetapi mendapat keputusan yang teruk dalam ujian tersebut? Siapa antara kita yang pernah rasa dimarah didepan orang lain? Siapa antara kita yang pernah terasa hati oleh kata-kata orang lain?
 
Alhamdulillah, dengan kadar hidup yang telah aku lalui setakat ini, Allah telah memberi peluang untuk merasai semua peristiwa-peristiwa di atas. Rasanya ramai je orang yang pernah menghadapi situasi yang sama. Cuma tatkala benda-benda nih terjadi, kesan pada seseorang tuh berbeza. Ada yang menjadi tak tentu hala. Ada yang menangis tak henti-henti. Ada yang mengasingkan diri. Ada yang menyeksa diri. Ada yang rasa nak mati. Astaghfirullah.. Macam-macamlah lagi.

Tapi kian masa berlalu, benda-benda yang kita alamipun semakin hari semakin kita lupa. Bila kita renung kembali saat kita menghadapi situasi itu, kita rasa haisss apa bendala yang aku buat dulu. Hari nih kita tengok benda tuh kalau berulang kembalipun cam tak rasa seteruk waktu ia berlaku. Sekiranya kita dapat sabar dan tenang dalam menghadapinya, suatu masa ianya hanyalah lipatan sejarah yang mentakdirkan diri kita kearah suatu destinasi hidup. Kerana kehidupan ini secara keseluruhan adalah ujian. Seperti suatu medan pertempuran. Sama ada pertempuran dalaman iaitu hati dan perasaan atau pertempuran di medan perang. Perang ideology atau perang senjata. Firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 155;

 


Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar..”






Jadi seseorang manusia itu memang tak boleh lari dari menghadapinya. Dan bila Allah menetapkan bahawa ianya pasti terjadi, Allah tidak membiarkan hambaNya  seorang diri. Apa Allah kata dalam Al-Quran:-
Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'”[al-baqarah; ayat 45]
 “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [al-baqarah; ayat 154]
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”[al-ra’d;ayat 28]

Kadang-kadang bila kita rasa down, kita rasa kita jelah tyme tuh yang dilanda masalah setinggi gunung. Kita cuba meraih simpati orang lain walaupun dibibir kita kata kita tak mengharap pada simpati orang lain. Namun setiap gerak-geri kita, tindakan yang kita ambil memberi petunjuk yang sebaliknya. Kita tidak pula mengadu di depan Allah, tetapi kita nak orang lain prihatin dan memahami masalah yang kita sedang hadapi.
Ingatlah bahawa masa itu adalah sebahagian dari rawatan. Dan sebaik-baik perawat adalah Allah. Kita hanya berusaha mengikut kadar kemampuan kita sebagai hamba. Kita harapkan, dengan ujian dan takdir yang telah Allah siapkan untuk kita, lebih mendekatkan diri kita kepadaNya. Siapa tahu disebalik ujian ini, Allah menyembunyikan ganjaran yang lebih besar dari yang kita jangkakan. 


Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.”[al-sajadah; ayat 17] 

Ya Allah, jangan Engkau serahkan diriku padaku walaupun sekelip mata atau kadar masa yang lebih pendek dari itu.-Mathurat-

Wednesday, 6 July 2011

Kembalilah


I keep listening to this video and never get bored every time I listen to it. It gives me a new perspective about the mercy of Allah swt in regard to forgiveness. It tells us that there is always room for repentance by the sinners. No matter what! Just sometimes people often despair of the mercy of Allah so easily and never try to turn back to Allah. On the other hand, I learn that we should not judge a person as good or bad based on their behaviors. We condemn the wrongdoings they have committed but to claim that he/she will enter paradise or hell is just beyond our knowledge. Can we be sure of our own destiny? May Allah show us His guidance in this world and hereafter. Amin.

Akhlak Yang Mulia -Relax n Reflex post review activities-



Dua hari lepas aku buat program “Relax n Reflex(RnR)” bertempat dirumahku di The Met Apartment. Idea nih datang spontan je. So basically kalau ikut plan asal nak buat macam program ziarah ke rumah-rumah student undergrad and mebi boleh buat sharing sket disana. Tapi sekali fikir balik macam tabligh da…Huhu. So  tukar sket plan and buat dekat rumah aku je. Bersesuaian dengn tema Relax, so program nih dipenuhi dengan aktiviti main game dan main game. Macam-macam game dorang nih main. Xbox-kinect, board game yang entah pebenda nama entah. Since aku nih tak minat main game, so teman tengok jela. Hehe.

Program bermula dalam kul 10 malam dengan pengisian ringkas oleh Siddiq Fong berkenaan tajuk Kejatuhan Turky Uthmaniyah. Jazakallah khairan atas perkongsian. Selepas itu, dorang pun main game sampai kul 12 pagi. Maaf kepada semua yang hadir sebab rumah aku takde heater. Mesti sejuk korang tidur malam tuh. Pukul 5.15 pagi ktorang bangun untuk qiam sampai masuk waktu subuh dan seterusnya solat subuh. Selepas bacaan mathurat, aku bagi pengisian ringkas tentang akhlak mulia yang dipetik dari buku Asas-Asas Islam Jilid 1 tulisan Dr Ali Laban.
Menurut Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam ungkapannya tentang akhlak dalam Ihya Ulumuddin (Jld:3, Ms: 57-59) ditakrifkan sebagai situasi yang mantap dalam jiwa. Melaluinya, perbuatan dan tindakan terbit dengan mudah dan senang tanpa perlu berfikir dan merenung. Maksudnya, apa yang terpancar secara tidak sedar dari sudut lisan dan perbuatan kita akan menunjukkan akhlak sebenar diri kita. Kata-kata yang menarik dalam buku tersebut tentang akhlak mulia adalah seperti berikut:-
“Akhlak mulia bukanlah sekadar pengetahuan terhadap perbuatan-perbuatan yang manis. Ini kerana ilmu pengetahuan banyak membincangkannya, tetapi tidak ada kemampuan dalam melakukannya.
Akhlak mulia juga bukan sekadar kemampuan untuk melakukan perbuatan yang manis. Kerana kadang-kadang kemampuan ada, namun perbuatan itu tidak dilakukan.
Malah akhlak mulia bukan sekadar perlakuan baik, boleh jadi akhlak seseorang itu pemurah namun tidak mampu bersedekah lantaran tidak berharta. Dan boleh jadi akhlaknya bakhil tetapi dia bersedekah lantaran menunjuk-nunjuk, ria dan terpaksa.
Akan tetapi akhlak mulia ialah situasi yang mempersiapkan jiwa untuk melahirkan perbuatan yang baik. Lantaran itulah ia boleh diungkapkan sebagai: situasi dan gambaran kejiwaan yang manis dan berbentuk dalaman.”

Bila aku reflex pada diri sendiri, aku akur bahawa masih banyak kekurangan diri ini yang perlu aku perbaiki. Dalam buku tersebut menegaskan bahawa ramai ahli falsafah barat seperti Aristotle cuba mendefinisikan akhlak yang mulia. Namun jika dibandingkan dengan akhlak yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw, kita dapat lihat bagaimana pentakrifan akhlak nabi yang dijelmakan dalam bentuk practical mampu mengatasi takrifan ahli falsafah yang berbentuk theoretical. Sebab tulah Rasullullah saw adalah qudwah hasanah iaitu sebaik-baik contoh.
So dalam nak mendapatkan akhlak mulia, Imam Ghazali menggariskan 4 rukun utama iaitu:-
  1.  Kemantapan Ilmu
  2.  Keberanian
  3.  Kesucian
  4.  Adil
Semoga Allah menunjukkan aku dan sahabatku jalan yang lurus dan mengurniakan kami akhlak yang mulia. Kesempatan ini, aku nak ucap terima kasih pada teman-teman yang hadir, dan terutamanya housemateku Erwan kerana masakkan kitorang nasi lemak. Sedap sangat!!(bak kata Afiq). Hehe. Agar usaha kita yang tidak seberapa ini, dinilai tinggi oleh Allah di akhirat kelak. Disamping kita menyusuri persabatan ini, harus kita saling mengingatkan bahawa sahabat yang baik adalah seperti mafhum hadis nabi iaitu apabila kamu melihatnya, ia mengingatkan kamu kepada Allah, dan apabila kamu mendengar kata-katanya, bertambah ilmu mu, dan apabila melihat amalannya, mengingatkan kamu kepada Allah.  Kalau kita boleh main game berjam-jam lamanya, pasti kita juga lebih dari boleh untuk banyakkan ibadah seperti solat sunat, membaca dan tadabbur alquran, berzikir, dan merenung kehebatan ciptaan Allah. Next time kita buat lagi ok. Tapi hidup nih bukan untuk enjoy je. Ada masa kita perlu serius. Uhibbukum fillah…  

Perjalananku - Jamal Abdillah.



I used to listen my abah singing this song at home. I know that this song is kinda lame and old especially for new generation. But anyway, i really enjoy the lyrics and the melody. Listen up!


Dalam perjalananku masih mencari
Warna indah kehidupan
Yang kini semakin hilang serinya
Ditelan suara kepura-puraan

Di dalam meniti pencarian ini
Tidak juga ku temui
Sinar kedamaian yang di cari-cari
Yang tinggal hanyalah wajah kehampaan

Di mana letaknya nilai kejujuran
Untuk ku jadikan arah hidup
Mungkin ini hanya menguji ketabahan
Sebelum ku temui erti kebahagiaan

Akan ku pegangkan keyakinan hati
Meneruskan perjalanan
Dengan hati-hati keberanian
Semoga hidupku tak kecundang lagi

Warkah Buat Adik-Adikku


 Kehadapan adik-adikku, surat ini kutujukan kepadamu saat bicaraku tidak mampu meluahkan segala yang tersirat di hati setulus tulisanku. Maka ku titipkan warkah ini sebagai pengganti diriku.
Adik-adikku, ingat lagi  tak detik pertama kita bertemu beberapa bulan yang lalu? Waktu itu semua masih baru di bumi Kiwi ini. Tergambar diwajah satu persatu riak wajah yang sangat riang, sangat segar dan mekar. Seperti terbitnya matahari dikala fajar, ku lihat sinar-sinar yang bakal akan menerangi  seluruh pelosok alam maya. Pertemuan pertama diatur dirumahku di The Met Apartment. Sebelum kita menjamu selera, kita mendengar hadis Rasulullah saw berkenaan niat. Innama A’malu Binniat… Semoga ianya masih terpahat. Kerana bukan hanya kehadiran dirimu yang aku perlu , tetapi kehadiran hatimu yang menjadi kunci kekuatanku.
Saban waktu terus berlalu. Minggu demi minggu, kita bertemu dan aku dengan kudratku sedaya upaya memberi yang termampu. Aku sedar bahawa terdapat banyak kelemahan dan kekurangan dalam diriku. Namun dihadapanku adalah tonggak masa depan perjuangan ummah. Sekiranya ada yang lebih mampu dan punya waktu, pasti tidakku sanggup memikul amanah dan tanggungjawab ini dibahuku. Kerana aku tidaklah lebih mulia dan suci dari adik-adikku. Aku juga tidaklah lebih faqeh dan faham terhadap ilmu dari adik-adikku. Aku adalah insan yang memerlukan adik-adikku untuk menjadi cermin diriku. Menjadi kekuatan terhadap diriku. Menjadi saham untuk tabung akhiratku
.
Lewat akhir ini, banyak yang kurasakan berubah. Ada adik-adikku yang semakin menjauh dariku. Ada diantara adik-adikku yang tidak mesra seperti dahulu. Ada adik-adikku yang menganggap pelawaanku sebagai paksaan. Aku memohon maaf atas segala kesilapan. Aku tidak berniat mengguris mana-mana hati dan perasaan. Marah atau benci adik-adikku padaku, tidak akan menggugurkan rasa kasih dan sayangku terhadap adik-adikku. Sekiranya ada sesuatu yang boleh aku lakukan untuk memujuk hati adik-adikku supaya kembali dalam tautan kasih sayangku, pasti akan ku cuba sedaya upayaku memenuhi hasrat mu itu. 
Ingatlah bahawa aku pernah menjadi seperti dirimu. Aku juga pernah melalui detik-detik pemberontakan dalam diri bahkan lebih teruk lagi dahulu. Betapa sabarnya naqibku melayan karenahku, tidaklah ku fahami bila mana aku sendiri berada ditempat mereka. Aku mengerti, bukan soal hatiku ini yang perlu dijaga. Bukan soal diriku ini yang ingin dibela, tetapi soal perjuangan dan survival ummah ini yang paling utama. Soal dimana kita dan apa pengorbanan kita dalam membantu perjuangan menegakkan syiar. Perjuangan  yang kita tidak pernah tanya apa balasannya di dunia selain mengharap redhaNya. Berapa banyak pejuang Islam yang akhirnya terkorban mati dibunuh, dipenjara dan diseksa demi menegakkan kalimah Allah di bumi tercinta. Apalah nak dibandingkan dengan usaha kita setakat terkorban hati dan perasaan sahaja. 
Ayuh sudahlah. Tinggalkanlah segala konflik hati dan perasaan. Usah terlalu dilayan kerana kita tidak mahu syaitan mengambil kesempatan. Mari kita kembali bersama bersatu dalam satu saff yang padu. Menongkah arus mengayuh pendayung hingga ke muara sungai. Biar arus deras datang bertalu, tangan digenggam erat jangan sampai ada yang terlerai. Matlamat kita satu. Bermula dengan diriku, dan diri adik-adikku. Kita berdoa semoga Allah membuka pintu dan memberi petunjuk dalam kita mencari arah yang hendak dituju. Ya Muqollibal Qulub, Thabbit Qalbi A’ala  Deenik!